Warga SULSEL siap siaplah gigit jari (Berapa Lama Harus Menunggu)
Posted by syasinlimpo pada April 10, 2008
berita ini saya kutip dari surat kabar versi online Tribun Timur, apa yang saya khawatirkan tampaknya betul betul akan terjadi … sejak saat kampanya sahrul ditanya secara detail tentang program kesehatan dan pendidikan gratis, tapi dia tidak pernah mau menjawab secara detail, Sahrul hanya selalu mengatakan program itu akan dilaksanakan, tetapi detailnya nihil. Hal ini mengakibatkan tertanamnya anggapan di masyarakat bahwa sesaat setelah sahrul menjadi gubernur maka semua pendidikan dan kesehatan akan di gratiskan, tetapi kenyataan bahwa sahru menyebutkan untuk tahun pertama akan dipakai sebagai waktu koordinasi, baru pada tahun kelima program tersebut akan diwujudkan secara keseluruhan (dari sini sudah bisa diambil kesimpulan dia akan menargit untuk periode jabatan kedua). Sahrul dalam kampanyenya di waktu lalu tidak pernah menyebutkan detail program tersebut, ini disebabkan dia sebenarnya tidak siap dengan konsep pendidikan dan sekolah gratis tersebut, dia hanya mengandalkan program serupa yang secara partial dijalankan di beberapa kabupaten, itupun parameter keberhasilannya masih sangat diragukan karena kabupaten kabupaten pelaksana sekolah gratis tersebut termasuk kabupaten yang bupatinya adalah pencinta mati sahrul.
Di hari pertama masa pemerintahannya, apa yang sahrul lakukan ternyata hanya menerima investor infrastruktur sekolah gratis dari korea (mungkin ini pendukung utama dana kampanye sahrul), Idealnya sebagai seorang Doktor (yang bukan Karbitan), hari pertama pemerintahan harus sudah melakukan rapat koordinasi pelaksanaan sekolah dan pendidikan gratis tersebut, karena rakyat sulsel hanya tau program tersebut akan segera dilaksanakan
warga sulsel … siap siaplah gigit jari kembali dari janji janji doktor karbitan UNHAS
ini adalah kutipan berita yang ada di harian online tribun timur
__________________________________________________________________
| Gubernur Syahrul: Pendidikan Gratis Total Tahun 2013 |
![]() |
| Makassar, Tribun – Pendidikan dan kesehatan gratis di Sulawesi Selatan (Sulsel) baru bisa terwujud secara total pada tahun kelima pemerintahan pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang, atau tahun 2013. Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengungkapkan hal tersebut usai menerima tamu pertamanya dari Korea di Gubernuran, Makassar, Rabu (9/4). “Pendidikan gratis itu butuh tahapan dan pada tahun kelima (2013) baru bisa dilaksanakan pendidikan dan kesehatan gratis secara total,” kata Syahrul. |
| Ini artinya, seluruh item pendidikan gratis (lihat, Yang Digratiskan) baru terwujud tepat di tahun terakhir masa jabatan Syahrul dan Agus. Syahrul mengurai, pada tahun pertama, ia akan berkonsentrasi dengan melakukan konsolidasi sekaligus sosialisasi dengan para bupati dan wali kota di kabupaten/kota di Sulsel (lihat, Tahapan Pendidikan Gratis) Syahrul mengungkapkan, pihaknya akan mengundang para bupati dan wali kota guna membicarakan dan mendiskusikan program jangka panjang dan jangka pendek untuk lima tahun ke depan. Salah satu agenda penting yang dibahas adalah penerapan pendidikan dan kesehatan gratis di daerah. Di Sulsel, kata Syahrul, sejumlah kabupaten telah menerapkan pendidikan dan kesehatan gratis, di antaranya, Pangkep, Bantaeng, Gowa, Sinjai, dan Takalar. Gowa sudah membuat Perda Nomor 4/2008 soal pendidikan gratis. Tamu Pertama Tamu pertama Syahrul adalah warga Korea yang mengaku investor. Perusahaannya investor ini bernama Harim Group yang berniat menanamkan modalnya dalam bidang budidaya jagung kuning untuk bahan baku pakan ternak. Tamu kedua yang menemui Syahrul juga dari Korea. Mereka mengaku berasal dari Asian Vision Network. Investor ini menawarkan fasilitas IT untuk program pendidikan dan kesehatan gratis di sekolah-sekolah dan tempat-tempat pelayanan kesehatan gratis di Sulsel. Menurut Syahrul, pada tahun kedua kepemimpinannya kelak, ia dan pasangannya akan mengimplementasikan program tersebut secara total bersama para bupati dan wali kota se-Sulsel sembari melakukan sejumlah evaluasi. Setelah itu, dilanjutkan dengan tahapan ketiga di tahun ketiga berupa pemantapan program, dan pada tahun keempat melakukan penyempurnaan atas program yang telah diterapkan secara bertahap tersebut. Pada tahun kelima, menurut Syahrul, Sulsel akan menerapkan seluruh pendidikan dan kesehatan gratis. “Saya memang menjadikan pendidikan dan kesehatan gratis sebagai jualan pada saat kampanye lalu. Tapi saya tentu tidak akan mundur dalam satu atau dua tahun ke depan hanya karena program tersebut belum terwujud, sebab program ini ada prosesnya,” kata Syahrul. Ia mengungkapkan, sebenarnya pendidikan dan kesehatan gratis bukan berarti tidak ada yang dibayar atau gratis secara total sebab pada dasarnya, yang membayar semua kebutuhan itu adalah pemerintah. “Kalau seperti pembayaran SPP, iuran sekolah, iuran komite sekolah, bukan masyarakat kecil yang membayar, melainkan pemerintah yang menalangi semua,” urai Bupati Gowa dua periode ini. 14 Item Dalam program pendidikan gratis, terdapat 14 item yang akan digratiskan dan semuanya ditanggung oleh pemerintah. Mulai dari iuran SPP, buku, insentif guru, uang ulangan, uang pangkal, uang ujian, dan sebagainya. Syahrul mengimbau kepada guru-guru yang berniat mencari keuntungan dengan menjual buku di sekolah agar tidak melakukannya lagi karena nanti pemerintah yang akan membayarnya. Syahrul mencontohkan di Pangkep, selama kepemimpinan Bupati Syafruddin Nur, pendidikan gratis dilakukan di empat item. Menurutnya, setelah pelantikan gubernur dan wakil gubernur baru, item-item tersebut akan bertambah menjadi 14 agar pendidikan tersebut benar- benar gratis. |

asmara berkata
itu betul kawan, sy dukungki untuk terus kritis
asmara berkata
sy dukungki
dg. Kulle berkata
hallo pak SAYANG..saya tunggu itu dalam 3 tahun ini janji ta’ untuk sekolah dan kesehatan gratis krn pada tahun ke 3 tersebut anak saya insya ALLAH sudah mulai masuk usia sekolah…kalo tidak liat saja, kami pendukungmu justru yg akan buat perhitungan dgn kita’ pak SAYANG…kerja maki’ dulu palenna, 3 tahun tidak lama itu pak…inga’2 ki’ kasi’….salama’..